Daftar Blog Saya

Sabtu, 18 Februari 2012

Tugas paper bahasa


PENGELOLAAN TATA RUANG,TATA LINGKUNG DAN PROMOSI YANG BAIK MENINGKATKAN PARIWISATA KOTA CIAMIS
(Study Kasus Pantai Pengandaran)


Pendahuluan

Pembangunan Nasional Indonesia mencakup pada seluruh bidang kehidupan baik aspek alamiah maupun sosial dengan bertumpu pada pembangunan ekonomi, pemerataan pembangunan dan stabilitas nasional yang dinamis. Di dalam GBHN dilaksanakan pembangunan Nasional bidang pariwisata termasuk dalam sektor pembangunan ekonomi yang sasarannya
(1) mendayagunaan sumber dan potensi kepariwisataan nasional yang dapat diandalkan, memperbesar penerimaan devisa
(2) memperkenalkan kekayaan. peninggalan seiarah, kekayaan alam seluruh pelosok tanah air
(3) penyediaan sarana dan prasarana yang didukung oleh partisipasi masyarakat.
Untuk perekmbangan pariwisata sejak benar-benar  tergantung kepada politik pemerintah, perasaan ingin tahu, adat ramah tamah, jarak dan waktu. atraksi objek wisata, akomodasi pengangkutan, harga-harga, publisitas dan promosi, dan kesempatan berbelanja. sumber daya alam memegang peranan penting bagi pengembangan pariwisata. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang diketernukan oleh manusia di dalam lingkungannya yang dapat dipergunakan dengan sesuatu cara untuk keuntungan. Sumber daya yang disediakan oleh alam termasuk air yang dapat menghasilkan sumber energi melalui tenaga hidro elektris dapat menjadi sarana pengangkutan dan dapat menyediakan tempat untuk kegiatan pariwisata. Pariwisata sebagai upaya pelaksanaan trilogi pembangunan terutama penunjang pertumbuhan etonomi yang didukung oleh sumber daya alam yang memadai dan harus dikelola dengan manajemen yang baik. Dalam hal inl perlu diamati tentang pemanfaatan sumber daya alam bagi pengembangan pariwisata yaitu unsur-unsur sumber daya alam apa saja yang terkait dalam rangka pengembangan pariwisata. Bidang pariwisata mempunyai peranan penting dalam perekonomian Nasional dan regional, baik sebagai sumber devisa negara maupun sumber lapangan kerja bagi masyarakat kota dan desa memperkenalkan alam dan nilai budaya bangsa. Pariwisata dalam negeri terus dikembangkan dan diarahkan untuk memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa serta menanamkan jiwa, semangat dan nilai-nilai luhur bangsa dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan Nasional disamping untuk meningkatkan kegiatan ekonomi. Untuk ini perlu dikembangkan objek-objek pariwisata serta promosi bagi daerah yang sudah menjadi daerah pariwisata dan daerah yang berpotensi untuk pariwisata tapi belum dikembangkan. Hal ini sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah bahwa tahun 1991 adalah tahun kunjungan wisata Indonesia, maka dirasakan perlu untuk mengembangkan daerah-daerah pariwisata sehingga bisa diharapkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Dan salah satu kota yang saya akan angkat mengenai karya ilmiah ini adalah kabupaten ciamis. Kabupaten Ciamis mempunyai potensi di bidang pariwisata yang cukup besar untuk dikembangkan, dengan terdapatnya berbagai obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata buatan. Mengingat obyek wisata yang ada dan potensinya yang cukup pesat dimasa mendatang. Dari beberapa obyek wisata yang ada di Kabupaten Ciamis, obyek wisata pantai Pangandaran merupakan taman wisata yang memiliki berbagai keistimewaan seperti pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman, terdapat pantai dengan hamparan pasir putih dan terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah. Obyek wisata pantai Pangandaran sangat diharapkan dapat memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap PAD Kabupaten Ciamis. Tetapi keberadaan obyek wisata pantai Pangandaran ini akan kurang berdaya guna apabila pemerintah daerah Kabupaten Ciamis sebagai pihak pengelola tidak berupaya untuk mengelolanya dengan baik. Dalam hal ini terutama faktor-faktor penunjang obyek wisata seperti daya tarik, sarana dan prasarana serta promosi.
Perkembangan Obyek Wisata Pantai Pangandaran Salah satu obyek wisata yang menjadi andalan Kabupaten Ciamis adalah obyek wisata pantai Pangandaran. Obyek wisata ini telah mulai dikelola secara tradisional sejak tahun 1970- an.
            Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan obyek wisata pantai Pangandaran. Dan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong dan menghambat dalam pengembangan potensi obyek wisata pantai Pangandaran. Dan dari faktor tersebut dapat pula diketahui bagian mana yang harus dikembangkan itu.
            Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini bagi masyarakat adalah mengetahui kekurangan obyek wisata di daerahnya sehingga dapat dikembangkan agar lebih baik. Juga dapat menaambah wawasan penulis tentang pariwisata di jawa barat terutama di daerah kabupaten Ciamis.
            Metode yang digunakan penulis untuk membuat karya tulis ilmiah ini adalah dengan searching di google. Karena keterbatasan waktu dan keterbatasan topic yang diberikan. Model penalaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah penalar induktif (Tanudirjo, 1988), sehingga generalisasi empiris yang dihasilkan dapat pula diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan serupa di daerah lain. Karena menggunakan penalaran induktif, maka rumusan hipoteses tidak diperlukan. Teoriteori baik yang berhubungan dengan pengelolaan sumberdaya budaya maupun pariwisata mempunyai kedudukan sebagai pengarah penelitian dan supporting argument. Analisis yang dilakukan adalah analisis yang bersifat kualitatif, terhadapunit-unit analisis (Kusmayadi dan Sugiarto, 2000: 73)
Kabupaten Ciamis memiliki banyak tempat tujuan wisata yang memberikan sumbangan besar bagi Pendapatan Asli Daerah. Pangandaran, sebagai salah satu primadona wisata pantai di Jawa Barat merupakan daerah tujuan wisata utama di Ciamis. Ribuan Wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi Pangandaran setiap tahunnya. Terutama pada hari-hari menjelang Tahun Baru atau hari raya.
















ISI

Pengertian Pariwisata

Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan Bab I Pasal 1 ; dinyatakan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata
Jadi pengertian wisata itu mengandung unsur yaitu :
(1) Kegiatan perjalanan;
(2) Dilakukan secara sukarela;
(3) Bersifat sementara;
(4) Perjalanan itu seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.
Pariwisata menurut Robert McIntosh bersama Shaskinant Gupta dalam Oka A.Yoeti (1992:8) adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah tuan rumah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan-wisatawan serta para pengunjung lainnya.
Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar ( 2000:46-47) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
Menurut definisi yang lebih luas yang dikemukakan oleh H.Kodhyat (1983:4) adalah sebagai berikut : Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Sedangkan menurut pendapat dari James J.Spillane (1982:20) mengemukakan bahwa pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain.

Obyek Wisata
Sedangkan pengertian objek dan daya tarik wisata menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 yaitu yang menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :
1.      Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna, seperti : pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis, serta binatang-binatang langka.
2.      Karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman rekreasi, dan tempat hiburan.
3.      Sasaran wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat ziarah dan lain-lain.
Kemudian pada angka 4 di dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 dijelaskan pula bahwa Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Dengan demikian pariwisata meliputi :
a. Usaha jasa pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, pramuwisata, konvensi, perjalanan insentif dan pameran, impresariat, konsultan pariwisata, informasi pariwisata);
b. Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari : akomodasi, rumah makan, bar, angkutan wisata dan sebagainya;
c. Usaha-usaha jasa yang berkaitan dengan penyelenggaraan pariwisata.
Menurut Chafid Fandeli (2000: 58), obyek wisata adalah perwujudan daripada ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan. Sedangkan obyek wisata alam adalah obyek wisata yang daya tariknya bersumber pada keindahan sumber daya alam dan tata lingkungannya.
Jenis Obyek wisata
Penggolongan jenis obyek wisata akan terlihat dari ciri-ciri khas yang ditonjolkan oleh tiap-tiap obyek wisata. Dalam UU No. 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan disebutkan bahwa obyek dan daya tarik wisata terdiri dari :
1) Obyek dan daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam, serta flora dan fauna.
2) Obyek dan daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud museum, peninggalan sejarah, wisata agro, wisata tirta, wisata buru, wisata petualangan alam, taman rekreasi dan tempat hiburan.
Berdasarkan hal tersebut diatas, obyek wisata dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu wisata buatan manusia dan wisata alam. Pada dasarnya obyek wisata pantai Pangandaran ini mempunyai dua bagian tersebut karena selain memiliki laut dengan daya tariknya dan keindahan alam, juga didukung oleh berbagai hasil karya manusia yang dapat menarik wisatawan. Selain itu juga didukung oleh kondisi masyarakat setempat yang masih kental dengan upacara adat seperti hajat laut yakni, upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima
kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen kelaut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran. Event pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli yang ternyata cukup menarik minat wisatawan.
Basis pengembangan pariwisata adalah potensi sumber daya keragaman budaya, seni, dan alam (pesona alam). Pengembangan sumber daya tersebut dikelola melalui pendekatan peningkatan nilai tambah sumber daya secara terpadu antara pengembangan produk pariwisata dan pengembangan pemasaran pariwisata melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat lokal dalam rangka pengembangan pariwisata. Tujuan program ini adalah mengembangkan dan memperluas diversifikasi produk dan kualitas pariwisata nasional yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, kesenian, dan kebudayaan, dan sumber daya alam (pesona alam) local dengan tetap memperhatikan kelestarian seni dan budaya tradisional serta kelestarian lingkungan hidup setempat, mengembangkan dan memperluas pasar pariwisata terutama pasar luar negeri. Berdasarkan hal diatas maka pembangunan kepariwisataan memiliki 3 fungsi
atau tri-fungsi, yaitu :
1. Menggalakkan kegiatan ekonomi
2. Memelihara kepribadian bangsa dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan
3. Memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa, serta menanamkan jiwa semangat, dan nilai-nilai luhur bangsa dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional.
Di samping itu untuk tercapainya tri-fungsi tersebut diatas maka harus ditempuh 3 macam upaya atau tri-fungsinya, yaitu :
1. Pengembangan obyek dan daya tarik wisata
2. Meningkatkan dan mengembangkan promosi dan pemasaran, dan
3. Meningkatkan pendidikan dan pelatihan kepariwisataan.(Sunardi, 2001 : 46)
Indonesia memiliki peluang yang besar dalam pengembangan pariwisata. Hal
ini dapat dirinci sebagai berikut :
1. Meskipun pernah terjadi krisis minyak dan resesi ekonomi yang berkepanjangan ternyata wisatawan terus meningkat jumlahnya tidak banyak berpengaruh,
2. Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, anggaran untuk berlibur cenderung meningkat,
3. Tersedianya waktu berlibur yang cukup panjang di negara-negara sumber wisatawan,
4. Kemajuan teknologi dibidang transportasi dan komunikasi mendorong orang untuk bepergian jauh,
5. Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Asia Pasifik memberikan peluang bagi Indonesia untuk dikunjungi,
6. Diversifikasi produk wisata akan memperluas lingkup pilihan untuk berlibur ke Indonesia,
7. Tingkat sadar wisata masyarakat semakin meningkat. Hal ini akan dapat memberikan dukungan yang lebih nyata bagi pengembangan pariwisata,
8. Aksesibilitas ke Indonesia semakin bertambah luas akan mendorong arus kunjungan wisatawan mancanegara,
9. Semakin mantapnya pengaturan dan kelembagaan di bidang pariwisata akan mendukung pelaksanaan hal-hal yang berkaitan kerjasama lintas sektoral baik disektor pemerintah maupun swasta. (Wagito,2001 :8)
Menurut Salah Wahab (2003 : 110) ada dua hal yang dapat ditawarkan kepada wisatawan sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata, dimana kedua hal tersebut dapat berupa alamiah atau buatan manusia, yaitu :
a. Sumber-sumber alam
1) Iklim: udara lembut, bersinar matahari, kering dan bersih.
2) Tata letak tanah dan pemandangan alam: dataran, pegunungan yang berpanorama indah, danau, sungai, pantai, bentuk-bentuk yang unik, pemandangan yang indah, air terjun, daerah gunung berapi, gua dan lain-lain.
3) Unsur rimba: hutan-hutan lebat, pohon-pohon langka, dan sebagainya.
4) Flora dan fauna: tumbuhan aneh, barang-barang beragam jenis dan warna, kemungkinan memancing, berburu dan bersafari foto binatang buas, taman nasional dan taman suaka binatang buas dan sebagainya.
5) Pusat-pusat kesehatan: sumber air mineral alam, kolam lumpur berkhasiat untuk mandi, sumber air panas alam untuk penyembuhan penyakit dan sebagainya.
b. Hasil karya buatan manusia yang ditawarkan
Ada 5 (lima) kategori utama yang ditawarkan, yaitu :
1) Yang berciri sejarah, budaya dan agama :
a) Monumen-monumen dan peninggalan-peninggalan bersejarah dari peradaban masa lalu
b) Tempat-tempat budaya seperti museum, gedung kesenian, tugu peringatan, perpustakaan, pentas-pentas budaya rakyat, industri seni kerajinan tangan dan lain-lain.
c) Perayaan-perayaan tradisional, pameran-pameran, eksibisi, karnaval, upacaraupacara adat, ziarah-ziarah dan sebagainya.
d) Bangunan-bangunan raksasa dan biara-biara keagamaan.
2) Prasarana-prasarana
a) Prasarana umum yang meliputi :
Sistem penyediaan air bersih, kelistrikan, jalur-jalur lalu lintas, system pembangunan limbah, sistem telekomunikasi dan lain-lain.
b) Kebutuhan pokok pola hidup modern misalnya Rumah sakit, apotik, bank, pusat-pusat pembelanjaan, rumah-rumah piƱata rambut, toko-toko bahan makanan, kantor-kantor pemerintahan (polisi, penguasa setempat, pengadilan dan sebagainya), toko-toko rokok, kedai-kedai obat, toko-toko kacamata, warung-warung surat kabar, toko-toko buku, bengkel-bengkel kendaraan bermotor, pompa-pompa bensin dan lain-lain.
c) Prasarana wisata yang meliputi :
(1) Tempat-tempat penginapan wisatawan : hotel, motel, pension, rumah susun, kamar keluarga yang disewakan, bangunan-bangunan wisata sosial (desa wisata, tempat-tempat kemah, tempat-tempat karavan, pondok remaja dan sebagainya), rumah-rumah katering (restoran, kedai-kedai minuman, rumahrumah makan sederhana, warung-warung sate dan sebagainya)
(2) Tempat- tempat menemui wisatawan
(a) Untuk pengurusan perjalanan Agen-agen perjalanan, badan usaha perjalanan, usaha sewa- menyewa kendaraan serta agen-agen yang mengatur ekskursi dan jalan-jalan keliling kota
(b) Untuk menyampaikan informasi dan propaganda Kantor-kantor penerangan wisata di pintu-pintu masuk suatu negara, kota atau daerah tertentu
Organisasi- organisasi lokal atau sekitarnya yang mengurus pariwisata
Komite-komite upacara perayaan-perayaan khusus
(3) Tempat-tempat rekreasi dan sport : fasilitas sport untuk musim dingin dan panas, fasilitas perlengkapan sport darat dan air dan lain-lain
3) Sarana pencapaian dan alat transportasi penunjang meliputi : pelabuhan udara, laut bagi negara-negara yang berbatasan dengan laut, sungai,atau danau multinasional, kereta api dan alat transportasi darat lainnya, kapal-kapal, system angkutan udara, angkutan di pegunungan dan lain-lain.
4) Sarana pelengkap : seperti halnya prasarana, ,maka sarana pelengkap ini berbeda menurut keadaan perkembangan suatu negara. Pada umumnya sarana ini meliputi gedung-gedung yang menjadi sumber produksi jasa-jasa yang cukup penting tetapi tidak mutlak diperlukan oleh wisatawan. Umumnya sarana pelengkap ini bersifat rekreasi dan hiburan seperti misalnya : gedung-gedung sandiwara, bioskop, kasino, nightclub, kedai-kedai minum, warung-warung kopi, klub-klub dan lain-lain
5) Pola hidup masyarakat yang sudah menjadi salah satu khasanah wisata yang sangat penting. Cara hidup bangsa, sikap, makanan dan sikap pandangan hidup, kebiasaannya, tradisinya, adat istiadatnya, semua itu menjadi kekayaan budaya yang menarik wisatawan ke negara mereka. Hal ini berlaku khususnya bagi negara-negara sedang berkembang yang masyarakat tradisionalnya berbeda dari masyarakat tempat wisatawan itu berasal. Modal dasar yang penting lainnya yakni sikap bangsa dari negara tersebut terhadap wisatawan; keramah tamahan, keakraban, rasa suka menolong dan tidak bertindak mengeksploitasi dan lain-lain.

Pariwisata Ciamis
Kabupaten Ciamis adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Ciamis Kota. Kabupaten Ciamis terletak di ujung selatan bagian timur propinsi Jawa Barat, dengan luas Wilayah 2.377.28 km² sebagian besar wilayah Kabupaten Ciamis berupa pegunungan dan dataran tinggi, kecuali di perbatasan dengan Jawa Tengah bagian selatan, serta sebagian wilayah pesisir. Pantai selatan Ciamis bagian timur berupa teluk, diantaranya Teluk Pangandaran, Teluk Parigi, dan Teluk Pananjung. Secara geografis Kabupaten Ciamis sangat strategis, karena berada pada perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah, dan dilalui jalan regional yang menghubungkan kedua propinsi disamping merupakan Daerah aliran sungai (DAS) Citanduy dengan beberapa anak sungai. Dilihat dari kondisi geografis Kabupaten Ciamis memiliki ciri yang berbeda yaitu di bagian utara merupakan dataran tinggi, bagian tengah merupakan panduan antara dataran tinggi dan dataran rendah, sedangkan dibagian selatan merupakan dataran rendah yang pada akhirnya daerah ini terhubung ke pantai. Kondisi geografi karakteristik dan budaya yang beragam, serta alur transportasi yang memadai merupakan modal dasar pengembangan kepariwisataan serta menempatkan pariwisata di Kabupaten Ciamis menjadi sektor andalan bersama-sama dengan sektor pertanian. Kabupaten Ciamis merupakan daerah tujuan wisata yang sering dikunjungi wisatawan domestik bahkan mancanegara. Dengan kekayaan keindahan alam dan budayanya, serta faktor sejarah , kekayaan seni dan ragam budaya rakyat yang bernilai tinggi. Kabupaten Ciamis sangat potensial dijadikan pengembangan kepariwisataan, karena Kabupaten Ciamis banyak memiliki keindahan alam yang masih alami dan khas seperti banyaknya ditemui pantai, penggunungan, danau, peninggalan-peninggalan sejarah dan masih banyak lagi. Tercatat banyak sekali objek wisata yang terdiri dari wisata alam, wisata safari, wisata bahari, wisata kota, wisata budaya dan wisata sejarah. Pencapaian ke objek wisata relatip mudah dengan terdapatnya sarana prasarana kepariwisataan yang sudah terbangun seperti, Bandar Udara Nusawiru, Dermaga Penyebrangan Ferry di Majingklak, dan sarana jalan yang memadai. Mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya memberdayakan segenap potensi yang ada untuk dijadikan modal dan produk wisata yang dapat memberikan peluang untuk lebih maju dan berkembangnya sektor kepariwisataan
di Kabupaten Ciamis, sebagaimana tekad Pemerintah dan Masyarakat Ciamis yang dituangkan dalam Visi Kabupaten Ciamis yakni “Dengan Iman dan Taqwa Ciamis Terdepan Dalam Agribisnis dan Pariwisata di Priangan Tahun 2009”.
Kabupaten Ciamis memiliki 21 obyek wisata, 1 rest area (tempattransit), 1 penyebrangan ferry majingklak, 1 pusat kenelayanan Bojong Salawe dan Bandara Nusawiru yang terbentang mulai dari utara sampai selatan, dengan jenis obyek dan daya tarik wisata yang bervariasi mulai dari obyek wisata budaya, obyek wisata alam dan obyek wisata minat khusus.(Wawancara dengan Bapak Mamat Surya Wijaya sebagai Kasi pengembangan wisata pada tanggal 16 September 2004) Potensi-potensi pariwisata di Ciamis merupakan obyek wisata yang mempunyai prospek cukup baik sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Barat karena mempunyai potensi alam yang sangat mendukung. Jenis obyek dan daya tarik wisata di Kabupaten Ciamis dikelompokan ke dalam 3 (tiga) jenis, yaitu :
1) Obyek dan daya tarik wisata budaya, terdiri dari: Situ Lengkong Panjalu, Astana Gede Kawali, Karang Kamulyan, Kampung Kuta, dan Situs Gunung Susuru
2) Obyek dan daya tarik wisata alam, terdiri dari : Pantai Pangandaran, Karapyak, Palatar Agung, Karang Nini, Lembah Putri, Karang Tirta, Batu Hiu, Batu Karas, Madasari, Keusik Luhur, dan Situ Mustika
3) Obyek dan daya tarik wisata minat khusus, terdiri dari : Curug Tujuh, Goa Donan, Cagar Alam Pananjung, Citumang, dan Cukang Taneuh/Green Canyon. (Wawancara dengan Bapak Mamat Surya wijaya sebagai Kasi pengembangan wisata pada tanggal 16 september 2004)

Objek Wisata Kabupaten Ciamis 

Situ Lengkong - Panjalu
1.
Peta Wisata Ciamis - Klik pada spot warna.
9.
Pantai Pangandaran
Curug Tujuh - Cibolang
2.
10.
Cagar Alam Pananjung
Astana Gede
3.
11.
Pantai Karang Tirta
Cagar Budaya Karangkamulyan
4.
12.
Pantai Batu Hiu
Situ Mustika - Banjar
5.
13.
Pantai Batu Karas
Goa Donan
6.
14.
Pantai Keusik Luhur
Pantai Karangnini
7.
15.
Cukang Taneuh (Green Canyon)
Lembah Putri
8.
16.


Wisata Pantai Pangandaran
Pangandaran merupakan objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat. Terletak di desa pananjung kecamatan pangandaran. Jarak dari Jakarta ke Pangandaran adalah 393km. Keistimewaan dari pantai pangandaran adalah kita dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu lokasi yang sama Menakjubkan…!!       
Selain bermain dan menikmati suasana pantai. Kita juga akan pergi cagar alam pangandaran. Di cagar alam pangandaran ini kita akan menyusuri hutan yang menyimpan sejuta pesona. Cagar alam seluas 1000 hektar memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti bunga raflesia padma, banteng, rusa, dan berbagai jenis kera
 Cagar alam Pangandaran
             Disini juga terdapat pula goa-goa alam dan goa buatan seperti: Goa panggung, Goa Parat, Goa Sumur Mudal, Goa lanang dan goa jepang. Serta sumber air Rengganis, dan Pantai pasir putih serta taman laut. Di dalam goa alam kita dapat melihat stalaknit-stalaknit alam yang mempunyai bentuk aneh. kita dapat melihat batu yang menyerupai paha ayam, lalu ada batu kelamin yang konon katanya dapat memberikan jodoh bagi orang yang menyentuh batu tersebut, selain itu ada Karang yang bisa berbunyi jika dipukul-pukul. terus ada batu kristal yang berkelap kelip, kemudian ada batu mirip onta, batu mirip kepala gajah, aneh-aneh bentuknya. Susur goa memberikan tantangan yang sangat menarik sekali
Lalu di dekat Daerah Pangandaran, terdapat sebuah daerah wisata yang cukup terkenal, yaitu green canyon. Disini kita dapat mengarungi sungai dengan menggunakan perahu. melawan arus sungai, Sesampai nya di akhir perjalanan, kita akan melihat sebuah Goa dengan stalaknit yang sangat indah. Anda juga dapat berenang terus masuk menyusuri sungai, disana kita akan dapat melihat keindahan yang lebih indah.
Anda tentunya tidak ingin pulang dengan tangan kosong bukan? Setelah berpetualang dan bersantai Di pangandaran kita dapat berbelanja. Apalagi jika anda mempunyai jiwa belanja yang kuat. Di Pangandaran banyak terdapat kios-kios yang menjual “oleh-oleh” siap untuk dibawa pulang. Mulai dari kios Temporary tattoo, Kios pakaian, pernak pernik khas pantai , sampai kios ikan asin menunggu untuk dikunjungi.
Objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, memiliki berbagai keistimewaan seperti:
·         Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama
·         Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama
sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
·         Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih
·         Tersedia tim penyelamat wisata pantai
·         Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan
·         penerangan jalan yang memadai
·         Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

Dengan adanya faktok-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang di Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam: berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jet ski dan lain-lain.
Adapun acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.
Event   pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.
Fasilitas yang tersedia:
1. Lapang parkir yang cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif  bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.
Masalah-masalah yang ada di pariwisata kota ciamis
Kebersihan kota ciamis yang perlu ditingkatkan
Seringkali usai perayaan tahun baru sampah berserakan di sepanjang garis pantai kawasan wisata Pangandaran. Akibatnya, sepanjang jalur pantai tampak kotor dan kumuh. Tentunya hal itu mengganggu kenyamanan pengunjung yang hendak menghabiskan liburannya disana. Rahlan S, Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Ciptakarya Kebersihan dan Tata Ruang Kab Ciamis, ketika dimintai tanggapannya oleh HR, Senin (4/1) di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya terkendala jumlah personil kebersihan yang kurang memadai. Menurutnya, hal itulah yang menjadi dasar dan alasan selama ini kenapa kebersihan di sejumlah tempat seperti objek wisata pangandaran menjadi terbengkalai. Selain itu, kendala lain yang menyebabkan hal itu terjadi akibat insentif petugas di lapangan yang sangat minim. “Kurangnya tenaga kebersihan, sarana prasarana serta tidak adanya insentif untuk tenaga kebersihan juga menjadi salah satu penyebab lambatnya penanganan kebersihan di objek wisata pangandaran,” katanya. Selain itu, Rahlan menambahkan, permasalahan sampah di objek wisata pangandaran juga disebabkan oleh kurangnya kedisiplinan para pengunjung, berdatangannya PKL (pedagang kaki lima) musiman, dan PKL permanen. Rahlan menerangkan, jumlah tenaga kebersihan yang ada di objek wisata pangandaran saat ini sebanyak 73 orang termasuk staf administrasi yang terdiri dari 51 orang PNS dan 22 orang honorer.
Bantuan dari kab. Ciamis hanya paling banyak dua sampai tiga orang saja. Sementara jumlah personil yang diperlukan untuk menangani kebersihan di pantai pangandaran saat hari-hari ramai seperti tahun baru minimalnya mencapai 200 orang lebih.
Dia menabahkan, kini sarana yang dimiliki pihaknya hanya 2 unit kendaraan dumm truck dan 1 unit kendaraan amroll. Kendala lainnya yang menghambat proses akhir pembersihan adalah jalur menuju TPA (tempat pembuangan akhir) Purbaluyu yang masih rusak.
“Jelas kami kesulitan, apalagi dengan jarak Pangandaran Purbaluyu sekitar 15 KM, dengan kondisi jalan yang rusak, akibatnya pengangkutan sampah pun menjadi sedikit terhambat,” ungkapnya.
Adapun retribusi kebersihan perhari bagi PKL di sekitar objek pangandaran Rp. 300,-, untuk kios Rp. 300,-, Pengunjung Rp. 200,-, sementara untuk Hotel sebesar Rp. 40.000 perbulannya, dan untuk restoran berdasarkan klasifikasi tertentu, restoran besar Rp. 15.000,- , Restoran sedang Rp. 12.000,- , dan restoran kecil Rp. 8000,-.
Hendra, Staf Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kab Ciamis, ketika ditemui HR, mengatakan, kondisi objek pangandaran yang ramailah yang menyebabkan bertumpuknya sampah dan terkendalanya proses pembersihan.
Untuk itu, pihaknya beserta kelompok penggerak pariwisata berharap semua unsur untuk berupaya membantu memaksimalkan peran dalam membangun objek wisata di kab Ciamis.
Kurangnya promosi
Wisatawan mengenal Pangandaran saat ini kebanyakan dari cerita dan informasi dari mulut ke mulut. Sangat sedikit informasi yang menyampaikan Pangandaran dalam sebuah iklan televisi maupun radio. Bahkan untuk versi internetnya saja banyak didominasi oleh inisiatif-inisiatif dari warga atapun orang yang care akan kemajuan Pangandaran.
Sejauh ini pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis sangat jarang bahkan bisa dibilang belum membuat sebuah iklan televisi yang menampilkan eksotistme pantai Pangandaran dan wisata disekitarnya. Mungkin semuanya kembali kepada masalah anggaran. Namun apabila mempunyai keingininan sebetulnya mahalnya iklan televisi bisa disiasati dengan masuknya di beberapa tivi lokal atau regional yang tarifnya sangat murah. Disamping itu pemerintah bisa membuat event yang bisa dikerjasamakan dengan televisi nasional.
Di Iklan wisata Visit Indonesia 2010, Pantai Pangandaran sendiri tidak termasuk didalamnya justru yang menjadi bagian dari iklan adalah wisata surfing di Batukaras dan GreenCanyon di Cijulang. Adanya iklan yang lebih menjurus ke Pangandaran dan object wisata disekitarnya memudahkan wisman yang akan berkunjung ke Pangandaran
Selain pemanfaatan media televisi, pemerintah juga dapat melakukan iklan dengan menggunakan media lain seperti radio maupun internet. Sejauh ini internet cukup efektif untuk memberikan gambaran tentang Pangandaran yang sebenarnya, keindahannya, bagaimana cara mengunjunginya hingga panduan bagaimana cara berwisata yang baik.
Penataan Pangandaran
Selain iklan yang bagus, kesan pangandaran yang indah harus terus diciptakan dengan penataan kawasan wisata yang baik. Kebersihan akan menjadi faktor kunci keindahan Pangandaran, Petugas yang ada saat ini dirasa masih sangat kurang untuk melakukan pemeliharaan kebersihan. Banyaknya PKL dan tenda biru di sepanjang pantai pangandaran membuat semakin pantai terasa lebih kumuh. Ditambah lagi disebagian pantai masih banyak perahu nelayan yang kumuh dan tidak tertata dengan baik. Solusi menghidupkan pelabuhan cikidang akan menjadi bagian penting dalam proses penataan pantai Pangandaran.

Masyarakat pangandaran memang membutuhkan ladang bekerja untuk menghidupi kehidupan sehari-hari tetapi tidak selanjutnya harus membuat kumuh Pangandaran. Pemerintah harus memikirkan bagaimana solusi untuk mengatasi masalah ini. Bali tetap terlihat indah tanpa harus ada PKL yang berjajar tanpa aturan.
Pemecahan masalah yang ada
Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis No. 1 Tahun 2002 Tentang Perangkat Daerah, bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis adalah unsur pelaksana pemerintah daerah bidang kepariwisataan dan sebagian kewenangan bidang pendidikan dan kebudayaan, yang dipimpin oleh Kepala Dinas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten (Diparbud) Ciamis mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan daerah bidang kepariwisataan dan sebagian kewenangan bidang pendidikan dan kebudayaan khususnya meliputi aspek yang terkait dengan sektor kebudayaan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten (Diparbud) Ciamis mempunyai fungsi:
1) Perumusan kebijakan teknis pelaksanaan dan pengendalian kegiatan pengelolaan kepariwisataan dan kebudayaan
2) Pelaksanaan fasilitasi pengelolaan kepariwisataan dan kebudayaan
3) Pelaksanaan perizinan dan pelayanan umum bidang kepariwisataan dan kebudayaan
4) Pembinaan terhadap Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
5) Pelaksanaan tugas yang ditetapkan oleh Bupati (Perda No. 1 Tahun 2000)

Perkembangan Obyek Wisata Pantai Pangandaran
Salah satu obyek wisata yang menjadi andalan Kabupaten Ciamis adalah obyek wisata pantai Pangandaran. Obyek wisata ini telah mulai dikelola secara tradisional sejak tahun 1970- an.
Perkembangan pengelolaan pantai Pangandaran yaitu:
1) Tahun 1970, pantai Pangandaran sudah ada, akan tetapi masih dikelola oleh desa setempat, yaitu Desa Pananjung
2) Tahun 1985, pengelolaan pantai Pangandaran diberikan kewenangannya ke Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Diparbud) berdasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 1985
3) Sejak saat itu pantai Pangandaran sudah dijadikan tempat tamasya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 1986
4) Tahun 1993, pantai Pangandaran ditetapkan sebagai salah satu kawasan andalan di Priangan. (Wawancara dengan Bapak Hendra Gunawan, sebagai Kasi hiburan dan rekreasi pada tanggal 14 September 2004).
5. Letak dan Kondisi Fisik Pantai Pangandaran Obyek wisata Pantai Pangandaran merupakan primadona obyek wisata pantai di Jawa Barat, terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak + 92 Km dari kota Ciamis kearah selatan. Berdasarkan dari data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Ciamis tahun 2003 luas kawasan wisata ini meliputi kurang lebih 136 Ha. Jalan yang menuju ke lokasi obyek wisata pantai Pangandaran dalam kondisi sudah baik dan sudah beraspal.
Fasilitas yang tersedia di obyek wisata pantai Pangandaran adalah Toll Gate dan penjualan karcis, lahan parkir, pasar wisata, hotel dan rumah makan, kios cinderamata dan kios makanan dan minuman, MCK/ kamar mandi, bumi perkemahan, gedung kesenian, pelayanan telekomunikasi dan money changer, pasar ikan, TIC (Tourist Information Centre), kantor pos, rumah sakit, sewa/rental perahu pesiar, sepeda, ban, papan selancar, jetski, para sailing. Diving, masjid dan mushola, tim penyelamat wisata pantai, tim SAR, pramu wisata, pasar tradisional, bioskop, tempat billiard. Obyek wisata pantai Pangandaran dan lingkungan sekitarnya mempunyai kondisi alam yang masih alami dan asri. Flora yang dimiliki cukup beragam yang
terdapat pada kawasan hutan yang masih asri, daerah konservasi terumbu karang serta taman laut. Sedangkan berbagai jenis fauna yang ada adalah lutung, ular, biawak yang bisa didapatkan di daerah konservasi ujung Pananjung yang terletak diantara pantai barat dan pantai timur. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Ciamis dari tahun 1998 sampai tahun 2003, jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata pantai Pangandaran tercatat sebanyak 8.846.698 orang, yang terdiri dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan obyek wisata pantai Pangandaran
Obyek wisata pantai Pangandaran termasuk obyek wisata yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Ciamis. Sehingga dalam pengembangan obyek wisata itu sendiri merupakan tanggungjawab pemerintah Kabupaten yang dalam hal ini merupakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Ciamis. Upaya pelaksanaan pembangunan/penyediaan sarana dan penataan lingkungan kepariwisataan di Kabupaten Ciamis diarahkan kepada hal-hal sebagai berikut:
1. Meningkatkan dan mengembangkan sarana/fasilitas disetiap obyek wisata
2. Meningkatkan penataan dan pengelolaan lingkungan obyek wisata
3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan pengusaha jasa pariwisata
4. Meningkatkan minat investasi baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta yang bergerak di bidang pariwisata
5. Meningkatkan koordinasi dengan Dinas/Instansi dalam penyelenggaraan pembangunan di obyek wisata Mengacu kepada arah kebijakan diatas, maka sasaran kegiatan pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Ciamis sebagai berikut :
1. Terwujudnya peningkatan dan pengembangan sarana/fasilitas di setiap obyek wisata
2. Terwujudnya peningkatan penataan dan pengelolaan lingkungan obyek wisata
3. Terciptanya respon masyarakat dan pengusaha jasa pariwisata dalam menciptakan lingkungan yang indah dan menarik
4. Terciptanya minat investasi baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta yang bergerak di bidang pariwisata
5. Terciptanya peningkatan koordinasi dengan Dinas/Instansi dalam penyelenggaraan pembangunan di obyek wisata
Agar sasaran tersebut dapat tercapai maka program yang diambil adalah :
1. Melengkapi sarana dan prasarana di setiap obyek wisata
2. Sosialisasi yang intensif terhadap para pelaku jasa usaha pariwisata untuk lebih mematuhi segala kewajibannya dalam melaksanakan usahanya
3. Sosialisasi Badan/Lembaga pemerintah dan swasta lingkup pemerintah Ciamis agar mengetahui pentingnya mendukung keberhasilan sector kepariwisataan
4. Meningkatkan kerjasama dengan Biro perjalanan. Sekolah, kampus, perusahaan, Dinas, Instansi, lembaga, Badan pemerintah maupun swasta se Jawa
Dalam pengembangan obyek wisata pantai Pangandaran sendiri, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Ciamis mempunyai beberapa program kedepan, diantaranya yaitu :
1. Meningkatkan sumber daya manusia pengelola kepariwisataan dengan melaksanakan pembinaan, penataran dan pelatihan bagi pengelola pariwisata
2.  Meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan obyek wisata
3. Pembangunan untuk pengembangan sarana dan penataan lingkungan di obyek wisata, meliputi: mengoperasikan kembali gedung kesenian, pembangunan pos pengamanan pantai, pembangunan taman di sepanjang jalan/pinggir pantai serta penanaman pohon kelapa di sepanjang pantai
4. Sosialisasi pada Badan/ Lembaga pemerintah dan swasta lingkup pemerintah Kabupaten Ciamis agar mengetahui pentingnya mendukung keberhasilan sektor kepariwisataan
5. Sosialisasi yang intensif terhadap para pelaku jasa usaha pariwisata untuk lebih memahami segala kewajibannya dalam melaksanakan usahanya
6. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar obyek wisata secara bertahap agar masyarakat memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap obyek wisata pantai Pangandaran
7. Menekan angka kebocoran di obyek wisata melalui pembinaan terhadap para aparat pemerintah, masyarakat, dan pengusaha
8. Melaksanakan promosi baik melalui booklet/leflet, mengikuti pameran, media massa, media elektronik maupun internet
9. Meningkatkan, melestarikan, mengembangkan seni budaya daerah
10. Meningkatkan penyelenggaraan event kepariwisataan dan budaya yang menarik bagi wisatawan
Apabila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya maka obyek wisata pantai Pangandaran sudah mengalami perkembangan baik dari segi fisik maupun dari segi jumlah pengunjung yang pada akhirnya berpengaruh pada peningkatan pendapatan retribusinya. Kondisi obyek wisata pantai Pangandaran sebelum dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) kurang terpelihara karena hanya dikelola oleh desa setempat yang baik dari segi dana maupun pengetahuan masih kurang. (Wawancara dengan Bapak Hendra Gunawan sebagai Kasi hiburan dan rekreasi pada tanggal 14 September 2004)

Faktor-faktor Yang Mendorong dan Menghambat Pengembangan Obyek Wisata Pantai Pangandaran
Faktor-faktor yang Mendorong Pengembangan Obyek wisata Pantai Pangandaran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari pengamatan langsung, wawancara, dan dokumen di obyek wisata pantai Pangandaran, maka peneliti mengidentifikasikan hasil penilaian terhadap potensi obyek wisata.
1. Daya Tarik
Daya tarik utama yang ada di obyek pantai Pangandaran adalah :
a. Pantainya yang landai dengan jarak pasang-surut dan surut relatif lama, memungkinkan untuk dilakukan kegiatan berenang, berperahu, dll
b. Dapat melihat matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset)
c. Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih
d. Terdapat taman laut dan mengalirnya sungai Cirengganis yang dipercaya dapat membuat orang awet muda
e. Memiliki cagar alam dengan flora dan fauna
f. Terdapat goa alam dan buatan ( pada jaman penjajahan Jepang) Pada hari-hari tertentu di kawasan obyek wisata pantai Pangandaran dapat dijumpai berbagai macam atraksi wisata seperti : pergelaran kesenian tradisional, hajat laut, festival layang-layang, pemilihan putra-putri pariwisata, helaran dan pentas seni tradisional pada sekitar bulan Maret, Juni, dan Juli. (Wawancara dengan Bapak Ridwan Koswara sebagai pelaksana lapangan pada tanggal 21 September 2004)
2. Sarana Perhubungan
Jalan yang menuju ke lokasi obyek wisata pantai Pangandaran kondisinya sudah cukup baik karena sudah beraspal Kendaraan umum yang melewati lokasi wisata jumlahnya cukup banyak karena ada trayek ke obyek wisata pantai Pangandaran. Rata-rata wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata pantai Pangandaran menggunakan kendaraan sendiri baik mobil maupun sepeda motor.
3. Pengelolaan, perawatan dan pelayanannya
Dalam pengelolaan, perawatan dan pelayanannya obyek wisata ini dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) yang secara operasional dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD) Pelayanan yang baik dan keramah tamahan dari pihak pengelola merupakan salah satu faktor yang penting dalam pariwisata, karena dengan adanya pelayanan yang baik tersebut maka wisatawan yang berkunjung akan merasa nyaman. Pelayanan di lokasi kepada wisatawan cukup baik karena ada petugas yang itunjuk untuk memandu wisatawan yang memerlukan penjelasan atau bantuan.
4. Akomodasi
Akomodasi yang tersedia di obyek wisata pantai Pangandaran berupa tempat untuk peristirahatan para wisatawan. Hotel di sekitar lokasi sudah ada sehingga bagi wisatawan yang ingin menginap dapat menginap di hotel yang ada di lokasi obyek wisata. Hotel yang tersedia berjumlah 32, seperti : hotel Surya Pesona, hotel Puri indah, hotel Karang sari Hotel Bulak laut, dll (lihat lampiran 9)
5. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang ada di obyek wisata berupa toll gate dan tempat penjualan karcis, lahan parkir, pasar wisata, hotel dan rumah makan, kios cinderamata, kios makanan dan minuman, MCK/ kamar mandi, bumi perkemahan, gedung kesenian, pelayanan telekomunikasi dan money changer, pasar ikan, TIC (tourist information centre), rumah sakit, sewa/ rental perahu pesiar, sepeda, ban, papan selancar, jetski, para sailing, diving, mesjid dan mushola, tim pengnyelamat wisata pantai, tim SAR, pramuwisata, dan pasar tradisional. Fasilitas yang tersedia di obyek wisata belum optimal karena memerlukan biaya yang cukup mahal untuk memperbaiki maupun untuk penyediaannya. Air bersih yang ada di obyek wisata pantai Pangandaran berasal dari sumur. Penggunaan air bersih terutama untuk keperluan MCK wisatawan. Di samping itu, tersedianya air bersih di kawasan obyek wisata juga untuk
mencukupi kebutuhan air bersih bagi yang bertempat tinggal di sekitar atau di dekat obyek wisata.
Faktor-faktor yang Menghambat Pengembangan Obyek Wisata Pantai Pangandaran sebagai berikut:
1. Faktor internal, yaitu :
a. Sarana dan prasarana yang belum memadai (arena bermain untuk anak-anak khususnya di obyek wisata
b. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang pariwisata dan kebudayaan masih kurang
c. Kesadaran sebagian para pengusaha usaha jasa pariwisata dan masyarakat masih rendah
d. Masih terdapatnya lahan tidur potensial yang belum dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata dan kebudayaan
e. Kerusakan pesisir pantai akibat abrasi yang disebabkan oleh rusaknya hutan mangrove
f. Kurang indahnya obyek wisata karena tidak tertibnya pedagang kaki lima dengan tenda birunya
g. Masih terbatasnya dana infrastruktur di kawasan
2. Faktor eksternal, yaitu :
a. Adanya persaingan yang semakin ketat dengan daerah lain di luar Kabupaten Ciamis
b. Menurunnya ekonomi masyarakat akibat krisis moneter
c. Meningkatnya pengaruh luar yang mempengaruhi, sehingga menyebabkan melemahnya budaya daerah
d. Kultur masyarakat yang kurang mendukung terhadap percepatan pengembangan obyek dan daya tarik wisata
e. Adanya penyusupan pengunjung melalui jalan masuk perkebunan PT Start Trust, hal ini terjadi karena masih kurangnya kesadaran dari para pengunjung untuk membayar retribusi
f. Masih kurang sadarnya lembaga-lembaga swasta terhadap sarana dan prasarana kepariwisataan

Faktor pendorong dalam pengembangan obyek wisata pantai Pangandaran yang terdiri dari pantainya yang landai dengan jarak pasang-surut dan surut relative lama, memungkinkan untuk dilakukan kegiatan berenang, berperahu, pesona matahari terbit dan tenggelam, pantai dengan hamparan pasir putih, terdapat taman laut dan mengalirnya sungai Cirengganis, cagar alam dengan flora seperi kawasan hutan yang masih asri,terumbu karang dan taman laut sedangkan fauna yang ada seperti lutung, biawak, ular, serta goa alam dan buatan serta kegiatan nelayan mencari ikan sebisa mungkin dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan. Hal ini harus didukung oleh sarana dan prasarana yang menuju obyek wisata, tempt parkir, MCK/ Kamar mandi, mushola, hotel dan rumah makan, kios cinderamata, dan ketersediaan air bersih.
Tanpa adanya sarana dan prasarana yang mendukung, wisatawan akan enggan untuk dating karena merasa kurang nyaman. Selain itu budaya masyarakat setempat seperti helaran dan seni tradisional dan upacara hajat laut harus tetap dilestarikan untuk menambah daya tarik wisatawan.
Segi pola hidup masyarakat yang sudah menjadi salah satu khasanah wisata yang sangat penting yaitu cara hidup misalnya bergaya hidup yang sederhana, sika yang santun, ramah gotong royong, makanan dan pandangan hidup, kebiasaannya, tradisinya, adat istiadatnya seperti sedekah laut di kawasan obyek wisata pantai Pangandaran cukup menarik karena masyarakat di sekitar memiliki kebiasaan, tradisi, sikap pandangan hidup dan adat istiadat yang unik yang belum tentu dapat dijumpai di wilayah lain.
Pihak pengelola selain harus memperhatikan faktor pendorong juga harus memperhatikan faktor penghambat pengembangan obyek wisata pantai Pangandaran seperti faktor internal yaitu sarana dan prasarana yang belum memadai, khususnya di obyek wisata. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta sebagian para pengusaha usaha jasa pariwisata dan masyarakat masih rendah., sehingga belum mampu berpartisipasi aktif dalam memberdayakan obyek wisata pantai Pangandaran. Mereka perlu diberi pembinaan mengenai kepariwisataan dan pelatihan. Selama ini
pembinaan kepada para pengusaha usaha jasa pariwisata dan masyarakat disekitar obyek wisata kurang rutin sehingga hasilnya kurang maksimal. Selain itu masih terdapat lahan tidur yang potensial yang belum dimanfaatkan serta terjadinya kerusakan pesisir pantai akibat abrasi yang disebabkan oleh rusaknya hutan mangrove.
Selain faktor internal, pihak pengelola juga harus memperhatikan factor eksternal yaitu: Adanya daya saing yang semakin ketat dengan daerah lain di luar Kabupaten Ciamis. Hal ini menimbulkan daya saing yang semakin ketat, apabila sosialisasi yang dilakukan oleh pihak pengelola kurang maka akan mengakibatkan berkurangnya pengunjung ke obyek wisata. Selain itu adanya pengaruh luar yang mempengaruhi sehingga menyebabkan melemahnya budaya daerah, padahal dengan adanya budaya daerah tersebut akan mendukung untuk menarik minat wisatawan.
Selama ini upaya yang dilakukan oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) selaku pengelola obyek wisata pantai Pangandaran sudah cukup baik walaupun perlu ditingkatkan. Seperti misalnya peningkatan kualitas SDM pengelola obyek wisata agar lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Selain itu promosi juga harus lebih ditingkatkan.













KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan pembahasan hasil penelitian tentang peningkatan pendapatan asli daerah melalui pengembangan potensi obyek wisata pantai Pangandaran maka dapat diambil simpulan sebagai berikut :

1. Upaya yang harus dilakukan dilakukan oleh pihak pengelola yaitu Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Ciamis untuk mengembangkan obyek wisata
pantai Pangandaran adalah :
1. Meningkatkan dan mengembangkan sarana/fasilitas disetiap obyek wisata
2. Meningkatkan penataan dan pengelolaan lingkungan obyek wisata
3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan pengusaha jasa pariwisata
4. Meningkatkan minat investasi baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta yang bergerak di bidang pariwisata
5. Promosi yang lebih luas
5. meningkatkan kebersihan di pariwisata ini.
6. Meningkatkan koordinasi dengan Dinas/Instansi dalam penyelenggaraan pembangunan di obyek wisata Mengacu kepada arah kebijakan diatas, maka sasaran kegiatan pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Ciamis sebagai berikut :
1. Terwujudnya peningkatan dan pengembangan sarana/fasilitas di setiap obyek wisata
2. Terwujudnya peningkatan penataan dan pengelolaan lingkungan obyek wisata
3. Terciptanya respon masyarakat dan pengusaha jasa pariwisata dalam menciptakan lingkungan yang indah dan menarik
4. Terciptanya minat investasi baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta yang bergerak di bidang pariwisata
5. Terciptanya peningkatan koordinasi dengan Dinas/Instansi dalam penyelenggaraan pembangunan di obyek wisata
2. Faktor yang mendorong pengembangan obyek wisata pantai Pangandaran
diantaranya adalah: adanya daya tarik yang dimiliki oleh pantai Pangandaran,
sarana hubungan yang baik, pengelolaan oleh pihak Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan (Diparbud), adanya akomodasi yang cukup baik dan sarana
prasarana wisata yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya terdiri dari
adanya kurang tertibnya pedagang kaki lima, abrasi laut, rusaknya hutan
mangrove, kurangnya rasa kepedulian dari masyarakat dan pelaku usaha jasa
pariwisata dan tenaga kerja yang profesional.
3. Kontribusi dari obyek wisata pantai Pangandaran untuk pendapatan asli daerah
masih kecil walaupun tiap tahunnya hampir selalu mengalami peningkatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar